PEMBAHASAN
Jika diketahui hambatannya, kita bisa masukkan penyesuaian tegangannya. Misalkan tegangannya 120 V.
- Pada hambatan K
R = 5 ohm
V = 120 V
Daya?
[tex]P = \frac{ {V}^{2} }{R} [/tex]
[tex]P = \frac{ {120}^{2} }{5} [/tex]
[tex]P = 2880 \: watt[/tex]
- Pada hambatan L
R = 4 ohm
V = 120 V
Daya?
[tex]P = \frac{ {V}^{2} }{R} [/tex]
[tex]P = \frac{ {120}^{2} }{4} [/tex]
[tex]P = 3600 \: watt[/tex]
- Pada hambatan M
R = 8 ohm
V = 120 V
Daya?
[tex]P = \frac{ {V}^{2} }{R} [/tex]
[tex]P = \frac{ {120}^{2} }{8} [/tex]
[tex]P = 1800 \: watt[/tex]
- Pada hambatan N
R = 6 ohm
V = 120 V
Daya?
[tex]P = \frac{ {V}^{2} }{R} [/tex]
[tex]P = \frac{ {120}^{2} }{6} [/tex]
[tex]P = 2400 \: watt[/tex]
Semakin besar hambatan, maka semakin kecil daya. Semakin kecil hambatan, maka semakin besar daya.
Kesimpulan:
Jadi, urutan penghambat dengan daya terbesar hingga terkecil adalah L-K-N-M (opsi B).
[answer.2.content]